Jumat, 28 Mei 2021

Hospitality adalah sikap keramah-tamahan dalam artian merujuk pada hubungan antara guest/tamu dan host/tuan rumah/penyedia jasa dan juga merujuk pada aktivitas/kegiatan keramahtamahan yaitu : penerimaan tamu, dan pelayanan untuk para tamudengan kebebasan dan kenyamanan (Yudik B).

Brand personality atau kepribadian brand merupakan hal yang membuat konsumen merasa lebih dekat dengan brand, membuatnya mudah diingat, dan tentunya bisa menentukan kesuksesan bisnis.

Sebagai Hotelier, siswa SMK Perhotelan harus memahami hal tersebut, simak penjelasannya : klik link berikut  HOSPITALITY AND PERSONALITY  





Rabu, 26 Mei 2021



Keramah tamahan, sebuah perwujudan
dari ungkapan rasa hangat dalam
menerima orang lain, rasa hormat,
persahabatan serta persaudaraan kepada
orang lain, terutama kepada tamu yang datang.

KOLABORASI HOSPITALITY 

https://drive.google.com/file/d/1q6PygDoRGzjMXkDwU-H57mXsBB9tcOdf/view?usp=sharing

 


https://youtu.be/7-16kCgS1U0


https://youtu.be/as4GDz_O-yw




SHARE PELATIHAN HOUSEKEEPING

Kamp Kreatif Guru SMK Indonesia Tahun 2020

 

Pembersihan secara manual adalah cara pembersihan yang dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia, walaupun cara pembersihan ini juga dibantu dengan peralatan manual (cara menggerakkannya dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia).

 

Macam-macam sistem pembersihan manual:

  1. Dusting (mengelap debu pada perabot/barang)
  2. Sweeping (menyapu lantai)
  3. Mopping (mengepel lantai)
  4. Window Cleaning/Mirror Cleaning (membersihkan kaca jendela / kaca cermin).
  5. Polishing (memoles barang / perabot yang terbuat dari kayu/logam)

 

1.       Dusting

Pembersihan dengan cara ini adalah membersihkan debu yang ada di perabot / benda dengan menggunakan  lap  kain. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan dusting dapat digunakan dengan dua cara :

  • Dry dusting, yaitu pembersihan debu dengan menggunakan lap kering seperti yang dilakukan sehari-hari.
  • Damp dusting yaitu membersihkan debu dengan menggunakan lap lembab / setengah basah, sehingga debu akan menempel di lap tersebut.

 

Cara melakukan dusting

1)         Dry and damp dusting

  • Sediakan 2 (dua) buah cleaning cloth, dan damp cleaning cloth
  • Angkat /pindahkan semua benda yang dari perabot yang akan dibersihkan.
  • Bersihkan debu atau kotoran yang menempel pada perabot dengan menggunakan damp cloth.
  • Ulangi  pembersihannya dengan menggunakan dry cloth, sampai perabot benar-benar bersih.
  • Kembalikan benda/barang yang dipindahkan ke tempat semula.

2)         Dusting dengan menggunakan Polish Cleaner

  • Sediakan 3 (tiga) buah clening cloth, 1 (satu) buah dry cloth, 2 (dua) buah damp cleaning cloth
  • Pindahkan semua benda yang ada pada perabot yang akan dibersihkan.
  • Bersihkan  debu/kotoran  dengan  menggunakan  damp  cleaning cloth
  • Poleskan polish cleaner secara merata ke permukaan perabot yang dibersihkan dengan menggunakan damp cleaning cloth yang telah diberi polish cleaner.
  • Gosoklah  permukaan  perabot  yang  telah  diolesi  polish  cleaner, dengan menggunakan dry cloth sampai perabot benar-benar bersih dan mengkilap.
  • Kembalikan benda yang dipindahkan ketempat semula.

 

2.         Sweeping (menyapu lantai)

Sweeping adalah metode pembersihan terhadap lantai dengan menggunakan sapu.

Cara menyapu / Sweeping

  1. Sediakan sapu / floor broom sebelum melakukan sweeping
  2. Angkat/pindahkan semua benda yang dari perabot yang akan dibersihkan.
  3. Dustinglah perabot yang ada di area sebelum dilakukan sweeping
  4. Lakukan Sweeping dari arah terjauh dari pintu menuju area yang terdekat dengan pintu keluar
  5. Angkat sampah dengan menggunakan dustpen setelah terkumpul 
  6. Check setelah sweeping diangap selesai

 

3.         Mopping (Mengepel lantai)

Mopping adalah metode pembersihan terhadap lantai dengan menggunakan mop (alat pel).

Cara mengepel/mopping

  1. Setelah proses sweeping selesai, maka pekerjaan selanjutnya adalah mopping
  2. Sediakan clean mop dan double bucket serta perlengkapannya
  3. Sediakan air bersih secukupnya dan campurkan air dengan bahan pembersih dengan perbandingan yang tepat
  4. Singkirkan benda-benda yang mengganggu proses pelaksanaan mopping
  5. Tempatkan danger notice untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja
  6. Lakukan mopping sesuai dengan prosedur yang benar
  7. Mopping sebaiknya mop jangan terlalu  basah, sehingga proses pengeringan tidak terlalu lama.
  8. Biarkan lantai mengering sendiri

 

4.       Window Cleaning/Mirror Cleaning (Membersihkan kaca jendela atau kaca cermin)

Window cleaning/mirror cleaning adalah proses pembersihan obyek kaca jendela atau kaca cermin.

Cara membersihkan kaca (jendela) atau cermin / (Glass window or mirror cleaning) Window/Mirror Cleaning

  1. Sediakan cleaning Cloth, scotch brite, bottle sprayer, window wipper dan glass cleaner
  2. Lakukan pembersihan, dengan cara menyemprotkan glass cleaner pada window atau mirror yang akan kita bersihkan.
  3. Gosok dengan scotch brite  pada window/mirror jika ada noda yang membandel
  4. Tarik glass cleaner yang sudah di semprotkan pada window/mirror menggunakan glass wipper.
  5. Bersihkan  glass wipper yang sudah dipakai dengan menggunakan cleaning cloth
  6. Biarkan window/mirror kering
  7. Check kembali apakah window/mirror sudah benar-benar bersih

 

5.       Polishing (Memoles benda/perabot dari kayu)

Polishing yaitu proses perawatan benda atau perabot yang terbuat dari kayu dengan menggunakan cleaning cloth dengan bahan pembersih wooden polish.

Cara memoles benda / Polishing 

  1. Sediakan cleaning Cloth, dan wooden Polisher yang akan dipergunakan
  2. Dustinglah terlebih dahulu perlengkapan yang akan dipolish
  3. Setelah bersih gosokkan wooden polish yang sudah di  teteskan pada cleaning cloth sampai merata pada benda atau perabot yang dibersihkan
  4. Proses polishing tidak dilakukan setiap hari
  5. Wooden Polisher sebaiknya jangan terlalu basah, agar benda perabot yang dibersihkan tidak licin.

 


A picture containing text, screenshot, map

Description automatically generated

Senin, 27 April 2020

BELAJAR GARNISH


PEMAHAMAN GARNISH
Margareta Nini Moeljati, M. Par.


Pengertian Garnish
Seni masak memasak, bukan saja rasa enak yang menjadi tujuan utamanya, faktor keindahan dan keserasian juga memegang peranan penting. Maksud hiasan (garnish) pada suatu hidangan adalah untuk memberi daya tarik serta keindahan pada hidangan tersebut. Kedua faktor ini akan mempengaruhi penglihatan kita, sehingga menimbulkan selera yang akhirnya berkeinginan untuk segera mencicipi hidangan yang disajikan. Sebenarnya, seni menghias hidangan dengan buah dan sayuran itu merupakan suatu warisan dari leluhur kita. Misalnya, bentuk hiasan buah-buahan untuk sesaji di Pulau Bali dan gunungan pada Sekaten di Yogyakarta.
Garnish kadang-kadang menunjukkan nama suatu tempat dari mana makanan itu berasal atau menunjukkan nama siapa yang sedang dipestakan. Misalnya, singkatan nama pengantin yang sedang dipestakan diukir pada patung atau mentega sebagai salah satu hiasan yang indah.

Syarat-syarat Garnish
1.     Bahan yang dipakai harus bahan-bahan yang segar, dapat dimakan, tidak berulat, dan bersih.
2.    Harus mengetahui jenis masakan yang akan dihias, sehingga bahan yang dipakai dapat disesuaikan dengan bahan yang akan dimasak.
3.     Pergunakan warna yang menyolok dan menarik.
4.    Besar hiasan dan hidangan yang akan dihias harus seimbang dengan besar ruangan dan tahu persis dimana hiasan itu akan ditempatkan. Perbandingan hidangan dengan garnish ± 10 : 1.
5.     Alat-alat yang dipergunakan sesuai dengan kebutuhan agar hasilnya bagus, rapi, indah, dan memesona.
6.    Memberikan variasi warna pada makanan yang memang mempunyai warna yang kurang menarik agar terlihat lebih menarik.
7.    Makanan harus kelihatan menarik dan tekstur lebih baik. Makanan yang mempunyai bentuk kurang menarik, misalnya makanan tersebut terdiri dari bermacam-macam warna sehingga terlihat ramai. Garnish akan sangat membantu suatu makanan agar terlihat lebih menarik, misalnya dengan memberikan sehelai daun peterseli atau irisan tomat/jeruk nipis dan lain-lain.
8. Menambah rasa dan aroma yang lezat. Misalnya, cream of asparagus soup ditambah dengan potongan asparagus yang kecil-kecil, steak yang mempunyai rasa hambar ditambahkan lada hitam dan lain-lain.

Peralatan untuk membuat Garnish
1.     Alas meja kerja dari formika atau plastik.
2.     Kain kerja, waskom besar dan kecil, piring kecil atau plastik, tempat sampah.

3.     Talenan, pisau lipat, gunting kecil, pisau bermacam-macam bentuk, dan sebagainya.

Bahan
Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat hiasan makanan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Buah-buahan
·         Tomat
·         Lemon
·         Apel
·         Radis
·         Lobak
·         Ketimun
·         Alpukat
·         Bit
·         Bawang Bombay
·         Bengkuang
·         Cabe merah
·         Cabe hijau
2. Bahan dari daun sayuran
·         Peterseli
·         Seledri dan bawang
·         Kemangi
·         Lettuce
·         Macam-macam selada
·         Sawi putih
·         Kol

Bentuk Garnish
Jenis-jenis garnish :
1.     Simple Garnish, adalah garnish yang terdiri dari satu bahan atau lebih, biasanya terbuat dari sayur-sayuran, cereal atau makanan-makanan yang sudah jadi, seperti crouton, bread, tart, dan sebagainya.
2.     Composite Garnish, adalah garnish yang terdiri dari bermacam-macam bahan sebagai hiasan yang sesuai dengan makanan dasar. Bahan-bahan tersebut harus mempunyai perpaduan rasa dan aroma dengan makanan pokok atau bahan satu dengan yang lainnya.
Beberapa bentuk garnih dapat dilakukan dengan atau tanpa pisau khusus, seperti tampak pada video yang diambiul dari Youtube channel. Terimakasih.

ninie/april27-2020







Kamis, 23 September 2010

ASPEK LINGKUNGAN DALAM AMDAL
BIDANG PERTAMBANGAN



Pendahuluan

Kegiatan pertambangan untuk mengambil bahan galian berharga dari lapisan
bumi telah berlangsung sejak lama. Selama kurun waktu 50 tahun, konsep
dasar pengolahan relatif tidak berubah, yang berubah adalah skala
kegiatannya. Mekanisasi peralatan pertambangan telah menyebabkan skala
pertambangan semakin membesar. Perkembangan teknologi pengolahan
menyebabkan ekstraksi bijih kadar rendah menjadi lebih ekonomis, sehingga
semakin luas dan dalam lapisan bumi yang harus di gali. Hal ini menyebabkan
kegiatan tambang menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar dan
bersifat penting. US-EPA (1995) telah melakukan studi tentang pengaruh
kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan dan kesehatan
manusia pada 66 kegiatan pertambangan.


Kegiatan pertambangan, selain menimbulkan dampak lingkungan, ternyata
menimbulkan dampak sosial yang komplek. Oleh sebab itu, AMDAL suatu
kegiatan pertambangan harus dapat menjawab dua tujuan pokok (World Bank,
1998):
1. Memastikan bahwa biaya lingkungan, sosial dan kesehatan
dipertimbangkan dalam menentukan kelayakan ekonomi dan penentuan
alternatif kegiatan yang akan dipilih.
2. Memastikan bahwa pengendalian, penge-lolaan, pemantauan serta
langkah-langkah perlindungan telah terintegrasi di dalam desain dan
implementasi proyek serta rencana penutupan tambang.
Draft Rancangan Undang Undang Pertambangan Umum
mengklasifikasikan bahan tambang menjadi 6 kelompok usaha pertambangan,
yakni :
1. Pertambangan Mineral Radioaktif
2. Pertambangan Mineral Logam
3. Pertambangan Mineral Non Logam
4. Pertambangan Batubara, Gambut dan Bituminen Padat
5. Pertambangan Panas Bumi
6. Pertambangan Air Tanah

Uraian di bawah akan lebih banyak menjelaskan tentang pertambangan
mineral logam, non logam dan batubara. Sedangkan kegiatan pertambangan
mineral radioaktif, panas bumi dan air tanah, karena karakteristik bahan dan
teknik pertambangannya yang sangat berbeda, tidak diterangkan pada uraian
berikut.


Ruang Lingkup Kegiatan Pertambangan

Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki tahap-tahap kegiatan sebagai
berikut:
1. Eksplorasi
2. Ekstrasi dan pembuangan limbah batuan
3. Pengolahan bijih dan operasional
4. Penampungan tailing, pengolahan dan pembuangannya
5. Pembangunan infrastuktur, jalan akses dan sumber energi
6. Pembangunan kamp kerja dan kawasan pemukiman


Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi tidak termasuk kedalam kajian studi AMDAL karena
merupakan rangkaian kegiatan survey dan studi pendahuluan yang dilakukan
sebelum berbagai kajian kelayakan dilakukan. Yang termasuk sebagai kegiatan
ini adalah pengamatan melalui udara, survey geofisika, studi sedimen di aliran
sungai dan studi geokimia yang lain, pembangunan jalan akses, pembukaan
lahan untuk lokasi test pengeboran, pembuatan landasan pengeboran dan
pembangunan anjungan pengeboran.


Ekstraksi dan Pembuangan Limbah Batuan

Diperkirakan lebih dari 2/3 kegiatan ekstaksi bahan mineral didunia dilakukan
dengan pertambangan terbuka. Teknik tambang terbuka biasanya dilakukan
dengan open-pit mining, strip mining, dan quarrying, tergantung pada bentuk
geometris tambang dan bahan yang digali.

Ekstrasi bahan mineral dengan tambang terbuka sering menyebabkan
terpotongnya puncak gunung dan menimbulkan lubang yang besar. Salah satu
teknik tambang terbuka adalah metode strip mining (tambang bidang).
Dengan menggunakan alat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatu bidang
galian yang sempit untuk mengambil mineral. Setelah mineral diambil, dibuat
bidang galian baru di dekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yang
dihasilkan digunakan untuk menutup lubang yang dihasilkan oleh galian
sebelumnya. Teknik tambang seperti ini biasanya digunakan untuk menggali
deposit batubara yang tipis dan datar yang terletak didekat permukaan tanah.
Raya
Kegiatan ekstraksi meng-hasilkan limbah dan produk samping dalam jumlah
yang sangat banyak. Total limbah yang diproduksi dapat bervariasi antara 10 %
sampai sekitar 99,99 % dari total bahan yang ditambang. Limbah utama yang
dihasilkan adalah batuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup
(overburden) dan limbah batuan adalah lapisan batuan yang tidak
mengandung mineral, yang menutupi atau berada diantara zona mineralisasi
atau batuan yang mengandung mineral dengan kadar rendah sehingga tidak
ekonomis untuk diolah. Batuan penutup umumnya terdiri dari tanah
permukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbah meliputi batuan yang
dipindahkan pada saat pembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasi
singkapan bijih serta batuan yang berada bersamaan dengan singkapan bijih.


Pengolahan Bijih dan Operasional Pabrik Pengolahan

Tergantung pada jenis tambang, pengolahan bijih pada umumnya terdiri dari
proses benefication – dimana bijih yang ditambang diproses menjadi
konsentrat bijih untuk diolah lebih lanjut atau dijual langsung, diikuti dengan
pengolahan metalurgi dan refining. Proses benefication umumnya terdiri dari
kegiatan persiapan, penghancuran dan atau penggilingan, peningkatan
konsentrasi dengan gravitasi atau pemisahan secara magnetis atau dengan
menggunakan metode flotasi (pengapungan), yang diikuti dengan
pengawaairan (dewatering) dan penyaringan. Hasil dari proses ini adalah
konsentrat bijih dan limbah dalam bentuk tailing dan serta emisi debu. Tailing
biasanya mengandung bahan kimia sisa proses dan logam berat.

Pengolahan metalurgi bertujuan untuk mengisolasi logam dari konsentrat bijih
dengan metode pyrometallurgi, hidrometalurgi atau elektrometalurgi baik
dilaku-kan sebagai proses tunggal maupun kombinasi. Proses pyrometalurgi
seperti roasting (pembakaran) dan smelting menyebabkan terjadinya gas
buang ke atmosfir (sebagai contoh, sulfur dioksida, partikulat dan logam
berat) dan slag.

Metode hidrometalurgi pada umumnya menghasilkan bahan pencemar dalam
bentuk cair yang akan terbuang ke kolam penampung tailing jika tidak
digunakan kembali (recycle). Angin dapat menyebarkan tailing kering yang
menyebabkan terja-dinya pencemaran udara. Bahan-bahan kimia yang
digunakan di dalam proses pengolahan (seperti sianida, merkuri, dan asam
kuat) bersifat berbahaya. Pengangkutan, penyimpanan, penggunaan, dan
pembuangannya memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya
gangguan terhadap kesehatan dan keselamatan serta mencegah pencemaran
ke lingkungan.
Proses pengolahan batu bara pada umumnya diawali oleh pemisahan limbah
dan batuan secara mekanis diikuti dengan pencucian batu bara untuk
menghasilkan batubara berkualitas lebih tinggi. Dampak potensial akibat
proses ini adalah pembuangan batuan limbah dan batubara tak terpakai,
timbulnya debu dan pembuangan air pencuci.

Penampungan Tailing, Pengolahan dan Pembuangan

Pengelolaan tailing merupakan salah satu aspek kegiatan pertambangan yang
menimbulkan dampak lingkungan sangat penting. Tailing biasanya berbentuk
lumpur dengan komposisi 40-70% cairan. Penampungan tailing, pengolahan dan
pembuangannya memerlukan pertimbangan yang teliti terutama untuk
kawasan yang rawan gempa. Kegagalan desain dari sistem penampungan
tailing akan menimbulkan dampak yang sangat besar, dan dapat menjadi pusat
perhatian media serta protes dari berbagai Lembaga swadaya masyarakat
(LSM).

Pengendalian polusi dari pembuangan tailing selama proses operasi harus
memperhatikan pencegahan timbulnya rembesan, pengolahan fraksi cair
tailing, pencegahan erosi oleh angin, dan mencegah pengaruhnya terhadap
hewan-hewan liar.

Isu-isu penting yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi alternatif
pembuangan tailing meliputi :
- Karakteristik geokimia area yang akan digunakan sebagai tempat
penimbunan tailing dan potensi migrasi lindian dari tailing.
- Daerah rawan gempa atau bencana alam lainnya yang mempengaruhi
keamanan lokasi dan desain teknis .
- Konflik penggunaan lahan terhadap perlindungan ekologi peninggalan
budaya, pertanian serta kepentingan lain seperti perlindungan terhadap
ternak, binatang liar dan penduduk local.
- Karakteristik kimia pasir, lumpur, genangan air dan kebutuhan untuk
pengolahannya.
- Reklamasi setelah pasca tambang.

Studi AMDAL juga harus mengevaluasi resiko yang disebabkan oleh kegagalan
penampungan tailing dan pemrakarsa harus menyiapkan rencana tanggap
darurat yang memadai. Pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan
tanggap darurat ini harus dinyatakan secara jelas.

Kamis, 19 November 2009

MUSIM HUJAN

MUSIM HUJAN adalah salah satu musim di negara Indonesia yang berlangsung sekitar september sampai dengan maret. Merupakan musim yang mengakhiri kemarau panjang.Namun sekarag, karena pengaruh global warming, musim ini agak "error" artinya tidak tepat lagi. September Rain ???? dak juga ..... malah sangat panas hawanya. Bagaimana ini?
Terkadang hal swpwerti ini harus dipikir dengan logika dan ilmiah, namun semua harus dikembalikan kepada YANG PUNYA KEHIDUPAN.IA yang berkuasa atas segala yang terjadi atas bumi kita. termasuk issue KIAMAT TAHUN 2012. Apakah ini harus dipercaya ??? Yang jelas, menurut Kitab Suci agama apapun, KIAMAT memang akan terjadi, tapi kapan, hanya TUHAN yang tahu. Kita hanya bisa menyiapkan diri dan berjaga-jaga setiap saat. Caranya... hiduplah sewajarnya dan apa adanya, berdoalah buat semua orang, terutama orang2 yang kita cintai. Inti doa kita adalah SYUKUR, MOHON REJEKI DAN MOHON KESELAMATAN. Teruslah mengerjakan aktivitas kita dengan sepenuh hati, jangan setengahsetengah. Karena Tuhan memperhitungkan apa yang kita kerjakan dalam FILE HIDUP KITA DI LAPTOP MALAIKAT. Termasuk foto kehidupan kita dan apa yang kita lakukan semua ada di memory SURGA. Jadi kalo sewaktu-waktu TUHAN menghendaki kita kembali pada NYA, kita bisa mempertanggung jawabkan seluruh hidup kita.
Ingat lagu : WOULD YOU KNOW MY NAME, IF I SAW YOU IN HEAVEN.... TEARS IN HEAVEN.
Demikian renungan saya hari ini untuk saya share buat semua saudara saya tercinta. SELAMAT MENYIAPKAN DIRI....SALING DUKUNG DALAM DOA DAN KEHIDUPAN BERSAMA.........
AMEEN.